Pages

Friday, 27 July 2012

Ahlan Wa Sahlan Ya Ramadan - اهلا وسهلا يا رمضان


قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ صَامَ رَمَضَانَ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ، مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
وقال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ قَامَ رَمَضَانَ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ، مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
(صحيح البخاري)

Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, dengan Keimanan dan Kesungguhan, maka diampuni dosa-dosanya. Dan Sabda Rasulullah saw: Barangsiapa yang solat malam di bulan Ramadhan, dengan Keimanan dan Kesungguhan, maka diampuni dosa-dosanya. (Shahih Bukhari).


Limpahan puji kehadirat Allah subhanahu wata’ala Yang Maha Luhur, Yang Maha membuka rahsia cahaya keindahan dan anugerah yang tiada mampu diberikan antara seorang hamba kepada yang lainnya kecuali dariNya, yang berupa kehidupan dan kenikmatan dunia yang fana serta kehidupan dan kenikmatan akhirat yang kekal. Dimana kenikmatan akhirat tiada satu makhluk pun yang mampu memberikannya kecuali hanya dari sang pencipta seluruh makhluk, Allah subhanahu wata’ala. Begitu pula kenikmatan dunia tidak akan pernah bisa terjadi tanpa kehendak dan izin dari Allah subhanahu wata’ala, Sang Pemilik kenikmatan dunia dan akhirat yang tiada henti melimpahkan anugerah dan kenikmatan kepada hamba-hambaNya sepanjang waktu dan zaman di dunia secara berkesinambungan dari samudera kelembutanNya, sebagaimana firmanNya :

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ
( الأعراف : 156 )

“Dan RahmatKu (Kasih SayangKu) meliputi segala sesuatu”

Khutbah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika telah berakhir bulan Sya’ban dan masuk pada bulan Ramadhan. Dimana beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda diriwayatkan dalam Shahih Ibn Khuzaimah dan juga oleh Al Imam Al Baihaqi dan lainnya, meskipun sebagian ahli hadits mengatakan bahwa hadits ini dha’if, akan tetapi Al Imam Ibn Khuzaimah memasukkannya ke dalam kitab Shahih beliau, namun ucapan-ucapan dari khutbah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tersebut merupakan rangkaian atau rangkuman dari hadits-hadits yang memiliki derajat Shahih yang bisa dipertanggungjawabkan dengan dalil Al qur’anul Karim. Adapun khutbah beliau shallallahu ‘alaihi wasallam adalah :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ شَهْرٌ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعاً مَنْ تَقَرَّبَ فِيهِ بِخُصْلَةٍ مِنَ الخَيْرِكَانَ كَمْنَ أَدَّى فَرِيضَةً فِيما سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيهِ فَرِيضَةً كَانَ كَمَنْ أدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيضَةً فِيمَا سِوَاهُ، وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، والصَّبْرُ ثَوَابُهُ الجَنَّةُ، وَشَهْرُ المُوَاسَاةِ وَشَهْرٌ يَزْدَادُ فِيهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنْ فَطَّرَ فِيهِ صَائِماً كَانَ مَغْفِرَةً لِذنُوبِهِ، وَعِتْقَ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ، قَالُوْا: لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يُفْطِرُ الصَّائِمَ ؟!، فَقَالَ رسول الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : "يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِماً عَلَى تَمْرَةٍ ، أَوْ شَرْبَةِ مَاءٍ أَوْ مَذْقَةِ لَبَنٍ ، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ ، مَنْ خَفَّفَ عَنْ مَمْلُوْكِهِ غَفَرَ اللهُ لَهُ وَأَعْتَقَهُ مِنَ النَّارِ ، وَاسْتَكْثِرُوْا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ ، خَصْلَتَيْنِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ ، وَخَصْلَتَيْنِ لاَ غِنَى بِكُمْ عَنْهُمَا ،فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ اللَّتَانِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ : فَشَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ، وَتَسْتَغْفِرُوْنَهُ ، وَأَمَّا اللَّتَانِ لاَ غِنَى بِكُمْ عَنْهُمَا : فَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الْجَنَّةَ ، وَتَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ ، وَمَنْ أَشْبَعَ فِيْهِ صَائِماً سَقَاهُ اللهُ مِنْ حَوْضِيْ شَرْبَةً لاَ يَظْمَأُ حَتَّى يَدْخُلَ الْجَنَّةَ .

Wahai manusia, telah dating kepada kalian bulan yang agung, bulan yang penuh dengan keberkahan, bulan dimana di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan (Lailatul Qadr), dan di bulan itu Allah jadikan puasa di siang harinya menjadi kewajiban (bagi yang mampu), dan bangun malam / shalat di malam harinya merupakan hal yang disunnahkan. Barangsiapa yang melakukan satu kebaikan di bulan itu maka pahalanya sama dengan pahala melakukan perbuatan yang fardhu (wajib) di selain bulan Ramadhan, dan barangsiapa melakukaan satu perbuatan wajib di bulan Ramadhan maka pahalanya sama dengan melakukan 70 perbuatan wajib di selain bulan Ramadhan, dan bulan Ramadhan adalah bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga, dan bulan itu adalah bulan yang penuh simpati (tolong-menolong), dan bulan ditambahnya rezeki orang mukmin, barangsiapa yang memberikan buka puasa untuk orang yang berpuasa di bulan itu maka baginya pengampunan atas dosa-dosanya dan dibebaskan dari api neraka, serta baginya pahala puasa seperti orang yang berpuasa dan tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa. Ketika mendengar hal itu, para sahabat berkata : “Wahai Rasulullah, tidak semua dari kami memiliki sesuatu untuk memberi makan orang yang berpuasa”, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Pahala ini diberikan oleh Allah kepada orang yang memberi makan untuk orang yang berpuasa sekurang-kurangnya dengan sebutir kurma atau seteguk air atau susu”, dan bulan Ramadhan awalnya adalah rahmah (kasih sayang) Allah, dan pertengahannya adalah pengampunan Allah, serta akhirnya adalah pembebasan dari api neraka, dan barangsiapa yang meringankan (pekerjaan) orang lain di bulan Ramadhan maka Allah subhanahu wata’ala mengampuni dosanya dan membebaskannya dari api neraka. Dan perbanyaklah dibulan itu (untuk melakukan) 4 hal, 2 hal yang pertama membuat Tuhan kalian (Allah subhanahu wata’ala) redha, dan 2 hal yang lainnya merupakan sesuatu yang kalian mengkehendaki. Dua hal yang membuat Tuhan kalian (Allah subhanahu wata’ala) redha adalah mengucapkan syahadat (أشهد ألا إله إلا الله ), dan kalian meminta ampunan kepada Allah subhanahu wata’ala (أستغفر الله العظيم ), adapun dua hal yang kalian mengkehendaki terhadap keduanya adalah kalian meminta kepada Allah untuk dimasukkan ke dalam syurga dan dijauhkan dari api neraka, dan barangsiapa yang memberi makan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan hingga kenyang, maka Allah akan memberinya minum dari telagaku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) dimana seteguk air itu menjadikannya tidak akan merasa haus selama-lamanya hingga ia masuk ke surga”.

وقال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ قَامَ رَمَضَانَ، إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ، مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
(صحيح البخاري)



“Barangsiapa yang bangun (solat malam) dengan keimanan dan kerana mengharap redha Allah, maka diampuni dosanya yang telah lalu”.
Syarah Lafaz:
1.      قام - Al Imam An Nawawi menjelaskan dalam syarah Nawawiyah ‘alaa Shahih Muslim dan merupakan pendapat jumhur ulama’ bahwa makna kalimat (قام ) dalam hadits tersebut yang dimaksud adalah shalat tarawih.

2.      احْتِسَابًا - Al Imam Ibn Hajar berkata dengan menukil ucapan hujjatul Islam Al Imam An Nawawi bahwa makna kalimat ( إحتسابا ) adalah kesungguhan niat untuk melakukan puasa karena Allah subhanahu wata’ala tanpa ada niat yang lain, adapun sebagian ulama lainnya menafsirkan makna kalimat tersebut adalah kesungguhan untuk berusaha memperindah puasanya yang tidak hanya sekedar menahan lapar dan haus, tetapi diperindah dengan melakukan juga hal-hal yang sunnah dalam berpuasa, yang diantara sunnah-sunnah puasa adalah mengakhirkan waktu makan sahur yaitu ketika telah mendekat waktu subuh dan mempercepat buka puasa, memperbanyak membaca Al qur’an, beri’tikaf di masjid, dan sunnah-sunah lain yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Wallahua’lam…
Kalam Al Habib Munzir Al-Munsawa - majelisrasulullah.org

Friday, 6 July 2012

.......

"Wahai sekalian yang berakal, jika kamu hadapkan akal pemikiran kamu untuk berkhidmat kepada Tuhan Pencipta akal, maka akal kamu akan menjadi sebab untuk ketulusan kamu bagi mencapai martabat taqarrub kepada ALLAH."

- al-Habib `Ali al-Jifri

Saturday, 16 June 2012

Iktibar Dari Perang Tabuk


 بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

 اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَا تُهُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ علَى أَشْرَفِ الأَنْبِياَءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّد وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ


Firman Allah dalam surah at-Taubah ayat 38:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُم بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ ﴿٣٨﴾

Maksudnya: Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu, apabila dikatakan kepada kamu: Pergilah beramai-ramai untuk berperang pada jalan Allah, kamu merasa keberatan (dan suka tinggal menikmati kesenangan) di tempat (masing-masing)? Adakah kamu lebih suka dengan kehidupan dunia daripada akhirat? (Kesukaan kamu itu salah) kerana kesenangan hidup di dunia ini hanyalah sedikit berbanding dengan (kesenangan hidup) di akhirat kelak.

Kini kita berada dihujung bulan Rejab, satu bulan yang mencatatkan beberapa peristiwa besar seperti isra’ mikraj dan peperangan Tabuk (9H) serta penawanan semula bumi Palestine oleh Yahudi laknatullah pada 15 mei 1948 (6 Rejab 1367 H) dengan penubuhan negara haram israel selepas Palestine pernah dibebaskan oleh Salahuddin al-Ayyubi pada 27 Rejab 583 H (2 Oktober 1187 M). Peristiwa ini bukanlah untuk tatapan dan ratapan sahaja, namun apa yang lebih penting adalah mengambil mutiara pengajaran dan iktibar dari peristiwa ini dalam menegakkan dan meninggikan kalimah Allah di atas muka bum. Kita harus memahami akan dua konsep dalam kemenangan dan kekalahan iaitu سُنَّةُ النَّصْر ketentuan kemenangan dan ketentuan kekalahan iaitu سُنَّةُ الهَزِيْمَة. Musuh islam tetap akan diberi kemenangan jika mereka mencukupi syarat kemenangan manakala umat islam pula tetap akan kalah jika memenuhi syarat kekalahan walaupun perjuangan Islam adalah benar. Sayyidina Ali pernah mengingatkan kita: “Kebenaran yang bergerak tanpa organisasi dan perancangan yang tersusun bakal dikalahkan oleh kebatilan yang bergerak dengan cara tersusun”.

Wajib untuk kita sentiasa bersedia dengan aqidah yang kukuh dan mantap dengan mendalami ilmu agama setiap masa dalam berdepan dengan musuh-musuh islam. Hati juga perlu di bersihkan dengan menjauhi sifat mazmumah dan melakukan sifat-sifat mahmudah sehingga hubungan kita dengan Allah menjadi semakin dekat dan seterusnya menghampirkan diri kita dengan janji kemenangan di dunia dan di akhirat. Al-Imam al-Ghazali berkata: “Suburkanlah hatimu dengan tiga perkara iaitu ketika membaca al-Quran, ketika solat, dan ketika engkau mengingati mati. Jika pada tiga tempat itu kamu tidak menemui hatimu, maka pohonlah kepada ALLAH hati yang baru kerana sesungguhnya kamu ketika itu tidak memiliki hati”.

Tuesday, 12 June 2012

.......


Ya ALLAH,
Hati ini masih bersedih di atas musibah yang menimpa,
Dalam perjalanan mencari erti secebis kasih dan sayang,
Serta dambaan keredhaanMu,

Air mata ini sentiasa bercucuran dalam mencari butiran hikmah dariMu,
Kurnikanlah kesabaran yang tinggi kepadaku,
Tabahkanlah hatiku dalam menempuhi ujianMu yaALLAH,

Tenang dan tenteramkanlah hatiku yaALLAH,
Kerna Engkaulah pemilik hati ini,

yaAllah, sesungguhnya kesedihan ini datangnya daripadaMu dan perginya dengan kehendakMu,
Aku bermohan dan merayu kepadaMu yaAllah dengan setiap zat-zat Mu yang Maha Agung,
Dengan keberkatan kekasihMu yang aku rindui dan cintai, Rasulullah S.A.W.,
Lenyapkanlah kesedihan ini dan gantikanlah ia dengan kegembiraan diatas apa yang ditangisi ini,

Hanya Engkau yang mengetahui akan apa yang ditangisi ini,
Hanya Engkau yang mengetahui akan apa yang tersurat dan tersirat di hati ini,
Disaat ada yang menolak dan tidak mengerti serta memahami akan hatiku ini yaAllah,

Wahai Tuhan, Engkau redhailah akan daku dengan keputusan-keputusanMu,
Engkau sabarkanlah aku diatas cubaan-cubaanMu,
Engkau ilhamkanlah kepadaku, untuk mensyukuri nikmat-nikmatMu yaAllah,

Angkatlah permohonanku ini disisiMu yaAllah,
Makbulkanlah doaku ini yaAllah,
Tunaikanlah hajatku yaAllah,

Sesungguhnya aku bersaksi Engkaulah Tuhanku yaAllah,
Tiada Tuhan selainMu yaAllah,
Cukuplah Engkau bagiku yaAllah,
Sebaik-baik pelindung,
Sebaik-baik penjaga,
Sebaik-baik penolong,
ALLAHuRabbi, ALLAHuRabbi, ALLAHuRabbi…

Alfaqir – hamba yang Esa…

Sunday, 27 May 2012

.......


Andai engkau merasakan yang dirimu dihina, tidak diendahkan dan tidak dihiraukan oleh manusia, ketahuilah hanya dengan membawa dirimu kepadaNya sahaja yang akan dapat menyingkirkan semua kehinaan manusia itu keatas dirimu.

Usahlah engkau bersedih dan terus berduka diatas pandangan-pandangan manusia itu terhadap dirimu, kerna penghampiran dirimu terhadap Tuhanmu akan mengangkat kedudukan dirimu lebih tinggi dari apa yang engkau sangkakan, bukan sahaja didunia bahkan diakhirat kelak.

Bawalah dirimu kepada Tuhan yang Maha Tunggal, ALLAH `Azza waJalla, yang menciptakan dirimu dan setiap apa yang engkau lihat mahupun tidak, yang tersembunyi mahupun yang nyata, Tuhan yang tidak ada Tuhan selainNya,Tuhan Sekalian Alam. Cukuplah Engkau bagiku yaALLAH, sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik Penjaga, sebaik-baik Penolong. ALLAHuRabbi…

Wallahua’lam…..
Alfaqir: hamba yang Esa…